您现在的位置是:滔天罪行网 > teknologi
rooftop coffee Menkeu belum berencana naikkan harga BBM subsidi imbas harga minyak
滔天罪行网2026-04-07 09:06:48【teknologi】9人已围观
简介Nanti setelah sebulan, kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan rooftop coffee
Nanti setelah sebulan,rooftop coffee kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan yang pas
Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah saat ini belum berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di tengah kenaikan harga minyak dunia akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel vs Iran.
“Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Senin.
Purbaya mengatakan pasokan minyak di dalam negeri masih cukup aman, sebagaimana pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Purbaya menyebut rerata perkembangan harga minyak dunia masih di bawah kapasitas maksimal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Artinya, kata Menkeu, APBN masih memadai untuk menahan dampak volatilitas harga minyak.
Meski begitu, dia memastikan akan memantau perkembangan dalam sebulan ke depan dan mengambil keputusan ketika dibutuhkan.
“Sekarang belum saatnya mengambil keputusan, karena uangnya masih cukup,” tambahnya.
Bendahara negara pun berharap masyarakat tetap tenang dan meyakini kebijakan pemerintah dalam menavigasi gejolak dunia. Terlebih, Indonesia sudah pernah mengalami lonjakan harga minyak sebelumnya.
“Kita lihat kondisi seperti apa. Nanti setelah sebulan, kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan yang pas. Anda percaya saja, saya cukup pintar, kok. Kita sudah mengalami harga minyak tinggi beberapa kali, nggak hancur negaranya, kan. Kenapa? Karena kebijakannya pas,” tuturnya.
Dalam kesempatan terpisah, Bahlil menegaskan bahwa pasokan BBM masih andal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode puasa dan Idul Fitri. Dia pun menjamin harga BBM bersubsidi, Pertalite, tidak akan naik meskipun harga minyak dunia menembus 118 dolar AS per barel.
Diberitakan oleh Sputnik, harga minyak mentah jenis Brent mencapai 118 dolar AS per barel untuk kali pertamanya sejak 17 Juni 2022.
Harga tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, di mana jenis Brent (ICE) sebesar 64 dolar AS per barel, dan US WTI berada di angka 57,87 dolar AS per barel.
Baca juga: Harga minyak meroket, Bahlil percepat mandatori campuran etanol ke BBM
Baca juga: Bahlil: Harga Pertalite tak naik meski minyak dunia capai 118 dolar AS
Baca juga: Harga BBM Pertamina, Shell, bp, Vivo stabil pada pekan kedua Maret
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
很赞哦!(286)
相关文章
- Libas Persebaya 5
- Sergio Castel tak alami cedera serius seusai laga kontra Persebaya
- Beckham Putra tekankan pentingnya jaga pola makan di Ramadhan
- Menkeu belum berencana naikkan harga BBM subsidi imbas harga minyak
- PSIM waspadai motivasi tinggi Semen Padang
- Thom Haye ingin Persib manfaatkan pengalaman dari pertemuan pertama
- Kurniawan anggap semua calon lawan di Piala AFF U17 cukup berat
- Sergio Castel tak alami cedera serius seusai laga kontra Persebaya
- Akhiri perjuangan di AFF Futsal 2026, Indonesia huni peringkat empat
- Menang derbi della madonnina, Milan dekati Inter
热门文章
站长推荐

PSIM tak khawatir Ze Valente absen hadapi Semen Padang

Mauricio Souza sepakat dengan keluhan pelatih Borneo

OKI kecam peningkatan kekerasan oleh pemukim Israel di Tepi Barat

Persik Kediri yakin bisa bobol gawang Persib di GBLA

Penjualan tiket FIFA Series 2026 dibuka, mulai Rp150 ribu

Menang derbi della madonnina, Milan dekati Inter

Pelatih akui Madura United tampil buruk ketika dibantai Persita

Juventus tumbangkan Pisa setelah evaluasi taktik